Sisi Pandang Lain

Memahami Sesuatu dari Perspektif yang Berbeda

Thursday, November 6, 2014

MAKALAH BAHASA INDONESIA MANFAAT BUAH APEL



Manfaat apel sebenarnya sudah dikenal sejak zaman Romawi. Ketika itu, apel diyakini mampu memperlancar pencernaan. Pasalnya, apel mengandung asam traktat yang bisa menghambat pertumbuhan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dalam saluran pencernaan.

MAKALAH
MANFAAT BUAH APEL



Disusun Oleh :
1.      Nur Aminah
2.      Jami’atul Maghfiroh
3.      Dewi Andriani
4.      Fifin Zuriatul Casvi
5.      Nila Mawaddatum Ma’rufah
6.      Rif’atul Lailiah



MA ......................
LAHAR - TLOGOWUNGU - PATI
TAHUN AJARAN 2012/2013

Kata Pengantar

           Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyusun Makalah ini dengan judul “Manfaat Buah Apel”. makalah ini mencakup tentang berbagai macam penyakit yang dapat disembuhkan dengan mengonsumsi apel. 
          Ucapan terima kasih kami haturkan kepada Guru Pembimbing, rekan-rekan dan sahabat-sahabat yang secara langsung maupun tidak langsung berperan dalam penyusunan karya tulis ini. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk masukan, kritikan, serta saran yang membangun dari semua pihak.


Lahar,   Pebruari  2013


Penyusun














DAFTAR ISI

Halaman Judul ..........................................................................................................         i
Kata Pengantar .........................................................................................................        ii
Daftar Isi ...................................................................................................................        ii

BAB I .      Pendahuluan
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan


                  BAB II.     Pembahasan
A.    Menurunkan ResikoTerkena Stroke.
B.     Mengatasi Diabetes
C.     Melangsingkan Tubuh
D.    Melancarkan Pencernaan
E.     Manfaat Lainnya
F.     Kandungan Kimia Buah Apel
G.    Nilai Gizi Apel
    
                  BAB III.     Penutup
A.    Kesimpulan
B.     Daftar Pustaka




BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
                 Manfaat apel sebenarnya sudah dikenal sejak zaman Romawi. Ketika itu, apel diyakini mampu memperlancar pencernaan. Pasalnya, apel mengandung asam traktat yang bisa menghambat pertumbuhan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dalam saluran pencernaan.
                 Selain itu, apel juga mempunyai banyak khasiat dan manfaat, terutama kandungan zat-zat yang bisa mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Di kalangan masyarakat Amerika dan Eropa, mengonsumsi apel sudah merupakan kebiasaan sehari-hari. Pasalnya, bukan hanya penyakit ringan seperti flu dan diare, tapi juga penyakit kanker, serangan jantung dan stroke, bisa ditangkal dengan buah ini.
                  Hipocrates, seorang dokter berkebangsaan Yunani, ketika itu menganjurkan kepada orang yang mengidap lemah jantung dan masalah pencernaan agar rajin mengonsumsi apel. Ia ,meyakini, zat yang berperan besar dalam proses perbaikan metabolisme tubuh adalah antioksidan yang terdapat dalam apel. Buah mungil ini mengandung vitamin C yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh. Bahkan, sari buahnya sangat baik untuk menangkal serangan infeksi virus. Dosis apel yang busa melindungi tubuh dari virus adalah satu buit apel atau segelas jus apel yang dikonsumsi tiga hari sekali.  
                 Di Indonesia, beredar berbagai jenis apel mulai dari apel local hingga apel impor. Dari sekian banyak apel yang beredar di pasaran, hanya ada satu jenis apel yang diyakini memiliki khasiat lengkap, yaitu apel Romebeauty. Berikut klasifikasi dari buah apel.





Klasifikasi Ilmiah apel
Menurut sistematikanya, tanaman apel diklasifikasikan sebagai berikut:
Devisio            : Spermatophyta
Sub Devisio    : Angiospermae
Klas                 : Dicotyledonae
Ordo               : Rosales
Famili              : Rosaceae
Genus             : Malus
Spesies           : Malus sylvestris Mill

Dari spesies Malus sylvestris Mill ini, terdapat bermacam-macam varietas yang
memiliki ciri-ciri atau kekhasan tersendiri. Beberapa varietas apel unggulan antara
lain: Rome Beauty, Manalagi, Anna, Princess Noble dan Wangli/Lali jiwo.
             Dengan demikian, kita diharuskan mengonsumsi kurang dari satu butir buah apel, agar tidak mudah terkena penyakit dan untuk menjaga kulit kita.


B.Rumusan Masalah
          Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.      Penyakit apa saja yang dapat disembuhkan dengan mengonsumsi apel?
2.      Mengapa buah apel harus dikonsumsi setiap hari?
3.      Apa kandungan kimia buah apel?
4.      Berapa nilai gizi apel?

C.Tujuan
       Tujuan pembuatan karya tulis tentang buah apel ini untuk mengetahui khasiat dan manfaat penting dari buah apel yang sangat berperan bagi kesehatan tubuh kita, baik untuk melancarkan pencernaan maupun sebagai obat untuk berbagai penyakit.

BAB II
PEMBAHASAN

A.Menurunkan Resiko Terkena Stroke
            Sebuah jurnal Clinical Nutrition di Eropa, pada edisi Mei tahun 2000 lalu pernah menuliskan, laki-laki dan perempuan yang makan satu apel setiap harinya beresiko lebih rendah terkena stroke daripada mereka yang yang jarang mengonsumsi apel.
           Pencegahan terhadap stroke ini dilakukan oleh kandungan asam fenolik yang terdapat dalam apel yang berfungsi memperlancar peredaran darah ke otak. Asam fenolik inilah yang bertugas menghilangkan radikal bebas dalam darah dan menghindari penyumbatan dalam pembuluh darah.
              Namun, penyakit ini bisa dicegah dengan sering mengonsumsi apel. Beberapa zat gizi yang terdapat pada apel seperti kalium, pectin, dan selulosa, mampu mengatasi berbagai penyakit. Kalium merupakan mineral yang berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan konstraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi ke sel-sel, mengendalikan keseimbangan cairan dalam jaringan dan sel tubuh, serta membantu mengatur tekanan darah. Pectin juga dikenal sebagai antikolesterol, karena dapat mengikat asam empedu yang merupakan hasil akhir metabolism kolesterol.


B.Mengatasi Diabetes
            Penyakit diabetes atau kencing manis adalah kondisi ketika kadar gula dalam darah lebih tinggi dari keadaan normal. Hal ini disebabkan gula tidak dapat memasuki sel-sel dalam tubuh. Gejala yang dialami jika terkena penyakit ini adalah rasa haus yang berlebihan, buang air kecil yang berlebihan, selalu merasa lelah atau kekurangan energy, infeksi di kulit, pengelihatan menjadi kabur, turunya berat badan, dan hyperglaisima atau meningkatnya kandungan gula dalam darah.

          Apel diyakini tidak hanya membantu mengurangi resiko terkena penyakit jantung, kanker, dan asma tapi juga mampu mengurangi resiko terkena penyakit diabetes.dalam sebuah studi terhadap 10.000 orang yang sering mengonsumsi apel diketahui, resiko terkena diabetes tipe II bisa dihindari.
         Karena itu, makanlah apel tiap hari. Sementara itu, untuk penderita diabetes dianjurkan untuk mengatur pola makan yang sehat. Berbagai makanan yang banyak mengandung gula, tepung, dan karbohidrat sebaiknya dihindari. Olahraga pun sangat dianjurkan, minimum tiga kali dalam seminggu. Pasalnya, olahraga berguna untuk membakar kalori berlebih sehingga dapat mengurangi timbunan gula dalam darah.

C.Melangsingkan Tubuh
         Membiasakan makan sebutir apel tiap hari tidak hanya menjadikan tubuh sehat, tetapi juga bisa membuat kulit halus dan langsing. Khasiat tersebut didasarkan pada tingginya kadar zat gizi yang terdapat dalam apel, terutama kandungan vitamin dan mineral.
         Selain itu, karbohidrat kompleks dan kandungan seratnya berfungsi mengenyangkan perut lebih lama jikadibandingkan dengan makanan atau buah manis lainnya. Karena itu, dengan mengonsumsi dua butir apel sehari, sangat membantu mengatasi kelebihan berat badan.

D.Melancarkan Pencernaan
        Meskipun kandungan mineral besi yang terdapat dalam apel tidak begitu tinggi, zat ini sangat membantu penyerapan zat besi yang diperoleh dari makanan lainnya. Demikian pula dengan kandungan kalsiumnya yang diyakini dapat membantu system pencernaan untuk menyerap kalsium dari makanan lain. Disamping zat-zat gizi tersebut, rahasia apel dalam mencegah penyakit terletak pada kandungan karoten dan pektinnya yang merupakan serat larut didalam air. Pectin merupakan salah satu tipe serat kasar yang berfungsi memperbaiki otot pencernaan yang rusak dan membantu mendorong sisa makanan berupa feses keluar dari tubuh melalui saluran pembuangan.

E.Manfaat Lainnya
         Selain digunakan untuk terapi berbagai macam penyakit, cuka apel juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan salad dressing, seperti acar dan penyedap masakan. Dalam penyajiannya pun cuka apel dapat diminum layaknya minuman kesegaran, disajikan panas atau dingin dengan madu atau tanpa madu, seperti halnya minum kopi atau teh.
         Cuka apel juga mengandung potassium yang dapat mengurangi flu dan alergi, termasuk mucous formation, mata berair, sinur, dan catarrhal problems, pembusukan gigi, serta kuku pecah-pecah. Potassium memang dibutuhkan untuk proses penggantian jaringan tubuh yang rusak. Salah satu cirri kekurangan potassium pada seseorang adalah tidak seimbangnya pertumbuhan kaki dan kebotakan. Bagi penderita insomnia, cuka apel dapat digunakan sebagai alternative penyembuhan.

F.Kandungan Kimia Buah Apel
        Para peneliti buah dan sayuran sepakat jika apel layak disebut sebagai dokter alami. Selain memiliki banyak serat alami, apel juga mengandung berbagai jenis zat yang mampu mengatasi penyakit ringan maupun berat. Berikut ini beberapa zat kimia yang terdapat dalam apel
1.     Zat flavonoid
   Seperti buah pada umumnya, apel telah banyak diteliti oleh para ahli gizi baik di Amerika maupun Eropa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa apel kaya serat fitokimia dan flavonoid. Institute Kanker Nasional Amerika Serikat menyatakan, apel paling banyak mengandung zat flavonoid dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Pasalnya, zat ini mampu menurunkan resiko terena penyakit kanker paru-paru hingga 50%. Selain itu, flavonoid ini dinilai dapat melindungi tubuh dari pengaruh radikal bebas dan polusi lingkungan. Misalnya, polusi asap yang berasal dari rokok, knalpot kendaraan bermotor dan pabrik.





2.     Zat fitokimia
    Apel juga mengandung zat-zat fitokimia yang berfungsi sebagai antioksidan penghancur kolesterol jahat(Low Density Lipoprotein) dan meningkatkan kolesterol baik (High Density Lipoprotein). Zat-zat fitokimia tersebut antara lain asam elagat, asam kafeat, asam klorogenat, dan glutation (glutathione) yang masing-masing manfaatnya sebagai berikut.
a.      Asam elagat berperan sebagai obat antikanker generasi baru dengan aksi utamanya melindungi kromosom dari kerusakan, serta menghambat karsinogen atau sejenis zat pencetus kanker.
b.      Glutation merupakan bahan antikanker penting yang menangkal efek racun dari logam berat, seperti timah hitam yang masuk ke dalam tubuh. Seorang ilmuwan bernama Konowalchuck J. pada tahun 1978, mempublikasikan berjudul Antiviral Effect of Apple Beverages yang menyebutkan bahwa sari buah apel sangat baik diminum untuk melawan berbagai serangan infeksi virus, terutama jika dikonsumsi tiga kali sehari satu buah atau segelas jus apel setiap hari.
c.       Chlorogenic acid atau asam klorogenat lebih banyak terdapat pada daging buah dibandingkan kulitnya. Sawa, et al (1999) menemukan bahwa asam klorogenat memiliki aktivitas scavenging alkyl peroxyl radical (ROO) yang sangat tinggi dan dapat menghambat pertumbuhan tumor dan karsionogenesis. Selain itu, asam klorogenat juga mampu melawan kanker dan menghambat pertumbuhan dehydroxy deoxyguanosine pada sel DNA.
3.     Pectin, Borron dan Tannin
       Salah satu zat berharga yang terdapat dalam apel adalah pectin, boron, dan tannin. Pectin merupakan sejenis serat larut yang terkandung pada buah-buahan dan sayuran. Khasiatnya mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Pectin juga dikenal sebagai antikolesterol yang dapat mengikat asam empedu berlebih di dalam tubuh. Manfaat lainnya dari pectin adalah mampu menyerap kelebihan air dalam usus, memperlunak feses, serta mengikat dan menghilangkan racun dari usus.
        Sementara itu, kandungan borron yang terdapat dalam apel berperan langsung membantu wanita mempertahankan kadar estrogen pada saat menopause. Di samping itu, buah ini juga mengandunng antioksidan yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh.
       Apel juga mengandung tannin berkonsentrasi tinggi. Sebuah Journal American Dental Assosiation pada tahun 1998 menyatakan bahwa tannin dapat mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi yang disebabkan oleh tumpukan plak. Tidak hanya itu, tannin juga berfungsi mencegah infeksi saluran kencing dan menurunkan resiko terkena penyakit jantung.


G.Nilai Gizi Apel
      Makan sebutir apel sehari bukan hanya menjadikan badan sehat dan jauh dari dokter, tetapi juga membuat wajah cantik dan kulit halus. Khasiat tersebut didasarkan pada tingginya kadar zat gizi yang terdapat dalam buah apel, terutama vitamin dan mineral. Berikut ini beberapa kandungan gizi yang terdapat dalam 100 gram buah apel.
Tabel. Kandungan gizi dalam 100 gram apel
Zat Gizi
Jumlah Terkandung
Energi
58.0 kal
Protein
0.30 g
Lemak
0.40 g
Karbohidrat
14.90 g
Kalsium
6.00 mg
Fosfor
10.00 mg
Serat
0.07 g
Besi
1.30 mg
Vit A
24 RE
Vit B1
0.04 mg
Vit B2
0.03 mg
Vit C
5.00 mg
Niacin
0.10 mg




BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
      Banyak sekali yang kita ketahui tentang manfaat apel bagi kesehatan, seperti    Menurunkan ResikoTerkena Stroke, Mengatasi Diabetes, Melangsingkan Tubuh, dan Melancarkan Pencernaan. Semua jenis apel mempunyai khasiat yang dapat menyehatkan tubuh, tetapi apel Romebeauty yang memiliki khasiat paling lengkap dibandingkan dengan apel yang lainnya.

B.Saran
        Jika kita ingin sehat, sebaiknya kita banyak-banyak mengonsumsi buah apel karena manfaatnya sangatlah besar. Kita tidak perlu khawatir karena selain mudah dijumpai harganya pun relatif murah. Lebih baik mencegah daripada mengobati.


C.Daftar Pustaka
- Arcole, Margatan, Banyak Makanan Berkhasiat Obat, Solo: CV Aneka, 2001
- Kusuma, Widjaja, Makanan dan Jus untuk Kesehatan, Batam: Interaksara, 2000
- Priyonggo, “Jus Apel Cegah SARS”, Jakarta: Koran Harian Suara Merdeka, 28 April 2003
- Sheps, Sheldon, Mengatasi Tekanan Darah Tinggi, Mayo Clinic Hipertensi, Jakarta: Intisari Mediatama, 2005
- Sibuea, Posman Kuersetin, “Senjata Pemusnah Radikal Bebas”, Jakarta: Koran Harian Kompas, 10 Pebruari 2004
- Wirahadikusumah, Emma, “Buah & Sayuran Untuk Terapi”, Jakarta: Penebar Swadaya, 2003
- www.depkes.go.id
- www.portal.cbn.net.id


No comments:

Post a Comment