Sisi Pandang Lain

Memahami Sesuatu dari Perspektif yang Berbeda

Thursday, November 6, 2014

MAKALAH KONSEP DASAR PSIKOLOGI UMUM


Sesuai dari katanya bahwa psikologi terdiri dari dua kata yang mempunyai arti. Psikologi ini merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Dimana ilmu ini sangat penting untuk kita pelajari sebagai mahasiswa dan mahasiswi Pendidikan Agama Islam yang akan di aplikasikan nanti kalau sudah masuk dunia mengajar dan terjun di masyarakat.



M A K A L A H

KONSEP DASAR PSIKOLOGI UMUM


Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Psikologi Umum
Dosen Pengampu : …………………………..




















Disusun Oleh :
…………………………….

















KATA PENGANTAR



Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah banyak memberikan beribu-ribu nikmat kepada kita umatnya. Rahmat beserta salam semoga tetap tercurahkan kepada jungjunan kita, pemimpin akhir jaman yang sangat dipanuti oleh pengikutnya yakni Nabi Muhammad SAW.
Makalah yang berjudul “Konsep Dasar Psikologi Umum” ini sengaja di bahas karena sangat penting untuk kita khususnya sebagai mahasiswa yang berada di jurusan Pendidikan Agama Islam. Banyak sekali penomena-penomena yang terjadi di masyarakat terkait masalah psikologi. Untuk itu kita sebagai mahasiswa yang berfungsi sebagai pengabdi di masyarakat harus dapat memberikan pengarahan agar masyarakat lebih mengenal dan memahami dari bab yang kami bahas ini.
Selanjutnya, penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan pengarahan-pengarahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tidak lupa juga kepada ……………………. selaku dosen Psikologi Umum untuk memberikan sarannya kepada kami agar penyusunan makalah ini lebih baik lagi.
Demikian, semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi penyusun dan umumnya semua yang membaca makalah ini.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


                                                                           Pati,     November 2012


                                                                                       Penyusun









BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Sesuai dari katanya bahwa psikologi terdiri dari dua kata yang mempunyai arti. Psikologi ini merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Dimana ilmu ini sangat penting untuk kita pelajari sebagai mahasiswa dan mahasiswi Pendidikan Agama Islam yang akan di aplikasikan nanti kalau sudah masuk dunia mengajar dan terjun di masyarakat.
Perhatian pada psikologi yang terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri. Maka bagaimana perhatian tentang perhatian psikologi umum.
Pengamatan biasanya dilakukan oleh orang-orang yang cerdas. terjadi terhadap suatu proses dengan maksud merasakan dan memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan.
Penanggapan itu umumnya pengahajatan kembali bekas-bekas yang diterima dahulu dari pengamatan, yang sekarang digambarkan kembali dalam kesadaran.
Dalam makalah ini akan dibahas satu persatu tentang perhatian terhadap psikologi umum beserta pengamatan dan tanggapannya.

B.     Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakanag yang telah dipaparkan diatas, maka dapat di rumuskan masalah sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan Psikologi ?
2.      Apa yang dimaksud dengan Perhatian Psikologi Umum ?
3.      Apa yang dimaksud dengan Pengamatan Psikologi Umum ?
4.      Bagaimana Tanggapan mengenai Psikologi Umum ?

      C.    Tujuan Pembahasan
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dipaparkan diatas, maka adapun tujuan dari pembuatan makalah tentang bab Perhatian, Pengamatan dan Tanggapan Psikologi Umum ini, yaitu:
  1. Mahasiswa dan mahasiswi mampu memahami arti dari Psikologi itu sendiri.
  2. Mahasiswa dan mahasiswi mampu memahami tentang perhatian dari psikologi umum ini.
  3. Mahasiswa dan mahasiswi mampu mengamati psikologi umum ini.
  4. Mahasiswa dan mahasiswi mampu memberikan tanggapan tentang psikologi umum ini.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Psikologi
Ditinjau dari segi baahasa , perkataan psikologi berasal dari kata psyche yang di artikan jiwa dan logos yang berarti ilmu, psikologi artinya ilmu pengetahuan tentang jiwa . ilmu ini merupakan ilmu jiwa yang ilmiah yaitu scientific ,karena mempelajari psikologi harus dari sudut ilmu ,dan merupakan pengetahuan yang di peroleh dengan pendekatan ilmiah .
Penelitian ilmiah adalah penelitian yang di jalankan secara terencana , sistematis ,terkontrol ,dan berdasarkan atas dasar data empiris .suatu teori dalam ilmu harus dapat di uji dalam hal ketepapannya dan keandalannya , ini berarti kalau penelitian  ulang  dilakukan oleh otang lain , menurut langkah –langkah yang serupa dalam kondisi yang sama akan di peroleh hasil yang konsisten . [1]
Psikologi sebagai suatu ilmu mempunyai tugas atau fungsi tertentu seperti ilmu –ilmu yang lainnya .adapun tugas psikologi adalah : [2]
1.      mengadakan deskripsi ,yaitu tugas untuk menggambarkan secara jelas hal –hal yang di persoalkan .
2.      menerangkan , yaitu tugas untuk menerangkan keadaan atau kondisi yang mendasari terjadinya peristiwa tersebut
3.      menyusun teori ,yaitu tugas mencari dan merumuskan hokum atau ketentuan mengenai hubungan peristiwa satu dengan peristiwa yang lain .
4.      prediksi ,yaitu tugas untuk membuat ramalan estimasi mengenai peristiwa yang mungkin terjadi .
5.      pengendalian ,yaitu tugas untuk mengendalikan atau mengatur suatu peristiwa .

B.     Perhatian

Perhatian diambil dan dimliki oleh pikiran, perhatian tersebut dicerna dalam bentuk yang jelas dan tajam, pencernaan perhatiaan tersebut salah satunya dapat dimungkinkan secara bersamaan atau banyak objek, bisa disebut juga kereta pemikiran karena bisa diakukan berulang-ulang. Banyak objek yang dimaksud yaitu banyak yang diperhatikan. Karena kita banyak perhatian ke banyak objek maka kita akan setres
Perhatian adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Perhatian timbul tidak atas dasar logis rasional, melainkan berdasarkan penilaian perasaan seperti juga pada proses pengamatan. Bahakan orang dapat tiba, tiba merasa tertarik kepada orang lain dengan sendirinya karena keseluruhan cara-cara bertingkah laku menarik baginya

Perhatian dapat dirumuskan sebagai perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Proses perhatian kadang-kadang tidak berjalan atas dasar logis rasional, melainkan berdasakan penilaian perasaan. Salah satu contohnya orang tiba-tiba tertarik dengan orang lain, seakan-akan dengan sendirinya. Tertariknya ini tidak pada salah satu cirri tertentu dengan orang itu, tapi keseluruhan cirri pola tingkah lakunya
Proses perhatian dapat pula berjalan secara perlahan-lahan secara sadar dan cukup nyata dalam hubungan dua atau lebih orang. Misalnya hubungan cinta kasih antara manusia, biasanya didahului dengan perhatian. Dengan demikian perhatian hanya akan berlangsung dan berkembang dalam relasi kerja sama antara dua orang atau lebih, bila terdapat saling pengertian
Tokoh-tokoh teori individualism, Adam Smith (1759) dan Herbert Spencer (1870) menerangkan Prinsip-prinsip perhatian untuk menerangkan tindakan-tindakan yang semata-mata mengejar keuntungan sendiri atas dasar pikiran, tetapi juga dikemudikan oleh perhatian terhadap orang lain, yang tanpa itu sebenarnya kehidupan sosial itu tidak mungkin ada
Adam Smith membedakan dua bentuk dasar daripada perhatian :
1.      Yang menimbulkan respons yang cepat hamper seperti reflex. Misalnya :
·         Kalau kita melihat orang dipukul tongkat dengan keras kita merasa ngeri.
·         Bila kita melihat pemain akrobat yang sedang berjalan di atas tali yang tinggi,kita merasa tegang.
·         Jika melihat demontrasi terjun paying yang tidak mengembang, kita memejamkan mata.
2.      Yang sifatnya lebih intelektual kita dapat perhatian terhadap seseorang, meskipun kita tidak merasakan sebagai yang ia rasakan. Kita akan mengucapkan syukur dan menyatakan perhatian bila seseorang berhasil dalam usahanya, walaupun kita sendiri tidak berhasil atau susah.
Menurut Herbert Spencer (1870) bahwa perhatian terdiri dari dua bentuk, yaitu :
1)      Prespectively presentative yang cepat seperti reflex.
2)      Representative (yang sadar refleksif).
Theodore Ribot engarang buku yang berjudul Psychology of the Emotion, ia menekankan pada peranan perhatian yang dikatakan sebagai a foundation of all social existence. Ribot membagi perhatian menjadi 3, yaitu :
a.       Type primitive atau otomatis, yang dapat diterangkan  dengan respon bersyarat.
b.      Refleksif, yang mana seseorang sadar dalam dirinya terhadap keadaan jiwanya. Ia tahu, bahwa ia merasa apa yang dirasakan orang lain, biarpun ia sendiri tidak mengalaminya.
c.       Type yang intelektual, yaitu rasa setia, rasa toleran, dan philantropi: bentuk ini tidak diarahkan pada orang tertentu, tetapi mempunyai corak-corak yang lebih umum dan abstrak.
Menurut Max Scheler perhatian itu dibagi dalam delapan bentuk, yaitu:
1)      Einfuhlung, yaitu proses yang primitif, proses refleks sepertiyang dikatakan oleh smith, Spencer, Ribot, dan lain-lain. Jika diterjemahkan dalam bahasa inggris mungkin dengan kata: empathy yang menunjukan motor tiruan, yang tidak didasarkan padadasar pikiran.
2)      Meiteinander fuhlung. Yang menekankan pada pengertian “perasaan spontan” yaitu kalau dua orang atau lebih bereaksi dengan cara yang sama pada rangsangannya yang sama (misalnya reaksiyangdiberikan penonton bioskop).
3)      Gefuhls anstechung. Menunjukan tertekannya perasaan melalui induksi dan tidak sosial seperti mobs.
4)      Einsfuhlung.Yaitu kalau terjadi pengamatn perasaan misalkan anak bermain boneka mengamati ibunya.
5)      Nachfuhlung. Ini lebih disadari dan dibedakan seperti pernyataan: “saya tahu apa yang engkau rasakan”. Dalam hal semacam ini kita dapat membedakan dengan jelas perasaan kita sendiri dengan perasaan orang lain.
6)      Mitgefuhl. Yaitu bila orang dapat dengan tepat menimbang perasaan orang lain dan biasanya menilainya secara positif.
7)      Menshenliebe. Yaitu kalau orang tidak hanya mengetahui keadaan jiwa orang lain, tetapi menaruh hormat kepadanya.
8)      Akomische Person und Gottes liebe. Yaitu perhatian yang mistis yang menjadi dasar religi dan pandangan hidup kesatuan jiwa dengan Tuhan.
Jadi menurut Prof. F. Patty dkk menyimpulkan bahwa perhatian harus bertumpu / Fokus pada satu objek agar perhatian tersebut dapat menghasilkan out put atau informasi yang jelas. Dengan demikian kecepatan dan kemudahan menemukan informasi akan dapat diperoleh. [3]

C.    Ruang Lingkup Psikologi

Psikologi di lihat dari segi objeknya  dapat di bedakan  dalam dua golongan besar  ,yaitu : [4]
a.       Psikologi yang meneliti dan mempelajari manusia .
b.      Psikologi yang meneliti dan mempelajari hewan , lebih tegasnya  di sebut psikologi hewan .
Psikologi yang  berobjekkan manusia [ walaupun kadang -kadang di kemukakan eksperimen -eksperimen dengan hewan  , sampai pada waktu ini masih di bedakan  adanya psikologi yang bersifat  umum dan bersifat khusus .
Psikologi  umum ialah  psikologi meneliti  dan mempelajari  kegitan -kegiatan psikis manusia  yang tercermin dalam prilaku  pada umumnya , dan memandang manusia  seakan -akan terlepas  dalam hubungan  dengan manusia yang lain .
Psikologi khusus ialah psikologi yang meneliti  dan mempelajari segi kekhususan  dari aaktivitas psikis manusia .psikologi khusus antara lain :
a.       Psikologi perkembangan ,yaitu  yang membicarakan  psikis manusia dari masa bayi sampai tua
b.      Psikologi social , yaitu yang khusus membicarakan tentang prilaku manusia dalam hubungannya dengan situasi  social .
c.        Psikologi pendidikan , yaitu  khusus menguraikan aktivitas manusia  dalam hubungannya dengan situasi pendidikan .
d.      Psikologi kepribadian ,yaitu  khusus mengraikan pribadi manusia .
e.       Psikopatologi, yaitu khusus menguraikan mengenai keadaan psikis yang tidak normal .
f.       Psikologi criminal ,yaitu  khusus berhubungan dengan kejahatan .
g.      Psikologi perusahaan , yaitu  yang berhubungan dengan  soal -soal perusahaan .
Dalam sejarah perkembangan manusia  ber upaya mengkaji alam semesta ini  yang tujuannya ingin memuaskan keingin tahuan , upaya yang demikian ini menumbuhkan ilmu -ilmu murni yang semula bersemboyan ilmu untuk ilmu .namun akhirnya timbul tujuan lain yaitu untuk menerapkan hasil kajian menghadapi masalah dalam kehidupan .upaya yang demikian itu membuahkan ilmu amaliah yang selanjutnya mendorong  berkembangnya tehnologi .upaya untuk memuaskan keingintahuan manusia tentang alam semesta  beserta isinya itu mula -mula menimbulkan filsafat.

D.    Letak Psikologi Dalam Sistematika Ilmu
Ditinjau secara historis dapat di kemukakan bahwa ilmu yang tertua adalah filsafat .ilmu-ilmu yang lain tergabung dalam filsafat ,dan filsafat merupakan satu-satunya ilmu pada saat itu ,karena itu ilmu yang tergabung dalam filsafat akan di pengaruhi  oleh sifat-sifat dari filsafat .demikian pula dengan psikologi .
Tetapi lama kelamaan disadari bahwa filsafat sebagai satu-satunya ilmu kurang dapat memenuhi kebutuhan manusia .Disadari bahwa hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan tidak cukup lagi hanya dengan filsafat.Dengan demikian maka ilmu pengetahuan alam memisahkan diri dengan filsafat, dan berdiri sendiri sebagai ilmu yang mandiri . hal ini di sebabkan karena ilmu pengetahuan alam membutuhkan hal-hal yang bersifat objektif ,positif , dan ini tidak dapat di capai dengan menggunaka n filsafat . maka kemudian ilmu yang lain juga memisahkan diri dari filsafat termasuk  pula psikologi Psikologi yang mula-mula tergabung dalam filsafat akhirnya memisahkan diri dan berdiri sendiri sebagai ilmu yang mandiri. Hal ini adalah jasa dari wilhelm wundt yang mendirikan laboratorium psikologi yang pertama pada tahun 1879 di Leipzig untuk meneliti peristiwa –peristiwa kejiwaan secara eksperimental .
Wundt sebenarnya bukan seorang psikolog melainkan seorang fisiolog , akan tetapi karena beliau mempunyai pandangan bahwa fisiologi dapat di pandang sebagai ilmu pembantu dari psikologi .Dia mengadakan eksperimen dlam rangka penelitian-penelitiannya ,sehingga beliau di pandang sebagai bapak dari psikolog eksperimental .Laboratorium wundt kemudian menjadi pusat penelitian dari banyak ahli untuk mengadakan eksperimen antara lain:Kraeplin,Kulpe ,Meuman ,Marbe.Dengan perkembangan 
Ini maka berubahlah psikologi yang tadinya bersifat filosofis menjadi psikologi yang bersifat empiris .
Kalau mula-mula psikologi mendasarkan diri atas renungan-renungan atas spekulasi ,maka kemudian mendasarkan atas hal-hal yang objektif.hal- hal yang positif,menjadikan makin berkembanglah psikologi empiris itu
Perkembangan ilmu fisika (physical science) dan ilmu kimia (chemistry) mempengaruhi timbulnya ilmu biologi ( biological science). Sebab dari itu ilmu biologi adalah ilmu prilaku (behavioral science).Dengan demikian psikologi sebagai suatu ilmu prilaku .berkaitan dengan hal tersebut maka salah satu persoalan ialah  bagaimana cara menbentuk prilaku itu sesuai dengan yang di harapkan .
1.      Pembentukanperilaku dengan kondisioning atau kebiasaan
Dengan cara membiasakan diri untuk berprilaku seperti yang di harapkan,akhirnya akan terbentuklah prilaku tersebut .cara ini di dasarkan atas teori belajar  kondisioning baik yang di kemukakan oleh  Pavlov maupun throndike dan skinner ( lih. Hergen ,1976). Walaupun ke tiga tokoh ini terdapat pendapat yang tidak sama , namun para ahli tersebut mempunyai dasar pandangan yang tidak jauh berbeda satu dengan yang lain .kondisioning Pavlov di kenal sebagai kondisioning klasik ,sedangkan throndike dan skinner di kenal sebagai kondisioning operan .atas dasar pandangan ini pembentukan prilaku dilaksanakan dengan kondisioning atau kebiasaan .
2.      Pembentukan prilaku dengan pengertian (insight)
Disamping pembentukan prilaku dengan kebiasaan , juga dapat di tempuh dengan pengertian ( insight)
Contoh : Bila naik motor harus pakai helm , karena helm tersebut untuk keamanan diri .cara ini berdasarkan teori kognitif ,yaitu belajar dengan disertai adanya pengertian  . Bila dalam eksperimen throndike dalambelajar yang penting adalah latihan , maka dalam eksperimen kohler dalam belajar yang penting adalah pengertian atau insight .
3.      Pembentukan prilaku dengan menggunakan model
Pembentukan prilaku dengan model atau contoh .kalau orang bicara bahwa orang orang tua sebagai contoh anak -anaknya , pemimpin sebagai panutan pengikut nya , hal tersebut menunjukkan prilaku yang menggunakan model .teori ini di dasarkan  atas teori belajar (social learning ) atau ( observational learning rheory ). Ada beberapa teori prilaku ,yaitu :
a.       teori insting
Teori ini di kemukakan oleh Mc Dougal sebagai pelopor dari psikologi sosial .insting merupakan prilaku yang innate ,prilaku bawaan dan insting akan mengalami perubahan karena pengalaman.
b.      teori dorongan (drive theory )
Teori ini berpandangan bahwa organism e mempunyai dorongan – dorongan  atau drive tertentu . bila organism e mempunyai kebutuhan maka akan terjadi ketegangan dalam diri organisme itu , jika kebutuhan itu terpenuhi maka akan terjadi  pengurangan atau reduksi dari dorongan –dorongan tersebut .teori ini menurut Hull( lih .crider 1983 )
c.       Teori intensif ( incentive theory)
teori ini berpendapat bahwa prilaku organism e di sebabkan karena adanya insentif. Insentif juga di sebut reinforcement ada yang positif  dan ada yang negative , reinforcement yang positif berkaitan dengan hadiah sedangkan yang negative berkaitan dengan hukuman
d.      Teori atribusi
teori ini menjelaskan tentang sebab –sebab  prilaku orang , baik prilaku yang di sebabkan oleh disposisi internal maupun eksternal
e.       teori kognitif
Apabila seseorang harus memilih  prilaku mana yang mesti di lakukan ,maka pada umumnya akan memilih alternatif yang membawa manfaat yang besar . Dengan kemampuan memilih berarti factor berfikir berperan dalam.[5]













BAB III
PENUTUP


Kesimpulan
Sesuai dengan pemaparn yang telah dijelaskan di atas. Maka dapat kami simpulkan sebagai berikut :
1)      Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya.
2)      Perhatian merupakan perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Perhatian timbul tidak atas dasar logis rasional, melainkan berdasarkan penilaian perasaan seperti juga pada proses pengamatan.
3)      Pengamatan dalam psikologi adalah proses mengenal dunia luar dengan menggunakan indera.
4)      Didefinisikan secara garis besar dan bersifat umum bahwa tanggapan adalah gambaran pengamatan yang tinggal di kesadaran kita sesudah mengamati.

Dalam pembahasan Perhatian,Pengamatan dan Tanggapan Psikologi Umum ini tentu kita sebagai mahluk individual dan sosial tidak akan lepas sesuai dengan apa yang kita rasakan. Ternyata jiwa yang kita rasakan ini berawal dari perhatian terhadap jiwa, kemudian kita mengamati dan mampu memberikan tanggapan. Namun kita harus dapat mengolah jiwa ini dengan baik agar jiwa kita ini bisa menjadi baik.
Kami minta maaf kepada semua pihak apabila dalam penyusunan makalah ini masih ada kata atau apa saja yang menyinggung perasaan pembaca. Kami selaku penyusun akan menerima kritikan dan saran dari pembaca dengan lapang dada dengan tujuan agar makalah ini bisa lebih baik lagi. Amin.













DAFTAR PUSTAKA

.
Walgito, Bimo. Prof. Dr. Pengantar Psikologi Umum. Ed IV Yogyakarta. Andi.

Surya Subrata, Sumadi. Pengembangan Alat Ukur Psikilogis. Ed. III Yogyakarta : Andi

http://karimpamelacms.blogspot.com/2012/04/makalah-psikologi-umum-s1.html













































[1]. Prof. Dr. Bimo Walgito. Pengantar Psikologi Umum. Ed IV Yogyakarta. Andi. Hlm 4
[2]. Ibid, hlm. 5
[3] . http://karimpamelacms.blogspot.com/2012/04/makalah-psikologi-umum-s1.html
[4].  Ibid, hlm. 8
[5]. Surya Subrata, Sumadi. Pengembangan Alat Ukur Psikilogis. Ed. III Yogyakarta : Andi

No comments:

Post a Comment